SINGAPURA DAN ARAB SAUDI SUDAH PAKAI REKTOR ASING, PRESTASI MELEJIT
WWW.INFOKEMENDIKBUD.WEB.ID –Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, Presiden Jokowi prinsipnya setuju dengan rencana rekrutmen rektor asing untuk Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).
"Pada prinsipnya Bapak Presiden ingin mencoba bagaimana. Pada prinsipnya beliau setuju. Tetapi regulasinya suruh menata kembali. Jangan sampai berbenturan dengan undang-undang dan peraturan lain," kata Nasir usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta.
Untuk mengimplementasikan kebijakan itu di kampus negeri, pemerintah harus melakukan perbaikan terhadap 14 sampai 16 peraturan pemerintah (PP). Rencananya, belasan regulasi itu akan dijadikan satu PP saja.
"Ini mau kami freeze menjadi satu peraturan, memasukkan dalam seleksi itu tidak hanya dari dalam negeri, dari PNS. Bisa dari non-PNS, orang asing, yang punya reputasi yang baik," jelas Nasir.
Kemudian, kriteria lainnya adalah memiliki network yang luas, punya pengalaman riset, memimpin perguruan tinggi, dan reputasi yang mengangkat status universitas biasa menjadi 200 besar dunia.
Dia memberikan contoh bahwa kebijakan ini sudah dilakukan di Singapura dan membawa universitasnya masuk dalam jajaran 12 besar dunia. Arab Saudi, dari 800 dunia sekarang masuk 189 dunia.
"Karena mereka dari orang asing banyak, 40 persen dari asing, rektor dan dosennya. Kita masih sangat jauh. Dan kita masih sangat alergi dengan asing. Padahal itu hal biasa di dunia perguruan tinggi. Harus berkolaborasi," tutur menteri kelahiran Ngawi, Jawa Timur ini.
Sumber : jpnn.com
Demikian berita dan informasi terkini yang dapat
kami sampaikan. Silahkan like fanspage dan tetap kunjungi situs kami di
WWW.INFOKEMENDIKBUD.WEB.ID, Kami senantiasa memberikan berita dan
informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber
terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami
sampaikan ini bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "SINGAPURA DAN ARAB SAUDI SUDAH PAKAI REKTOR ASING, PRESTASI MELEJIT"
Posting Komentar